Sejak dulu, sebagian besar orang kerap memilih batako sebagai material utama untuk mendirikan bangunan. Namun, seiring berkembangnya teknologi industri dan konstruksi, kini banyak tersedia alternatif lain yang dianggap lebih ekonomis. Salah satunya adalah material bata ringan yang sudah diproduksi di Indonesia sejak pertengahan dekade 90-an.
Apa Itu Bata Ringan?
Seperti namanya, bata ringan merupakan bahan bangunan yang memiliki berat lebih ringan dibandingkan material sejenis, seperti batu bata merah atau batako. Terdapat dua jenis bata ringan yang bisa ditemukan di pasaran, yakni Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Dari kedua jenis tersebut, bata ringan AAC termasuk material yang lebih sering digunakan.
Blok standar sebuah bata ringan memiliki ukuran panjang 60 cm dan lebar 20 cm dengan ketebalan yang bervariasi. Ketebalan material ini umumnya berkisar antara 7,5 cm, 10 cm, dan 12 cm. Ada pula sejumlah varian yang lebih tebal dengan kisaran ketebalan antara 12,5-20 cm.
Bagaimana Proses Pembuatannya?
Bata ringan AAC diproses dengan mencampur kapur, semen, pasir kuarsa, dan sedikit gipsum yang seluruhnya dilarutkan bersama air. Dalam adonan material juga ditambahkan pasta aluminium. Fungsinya sebagai bahan pengembang yang membantu proses pengisian udara secara kimiawi di dalam mortar.
Adonan yang telah tercampur akan mengembang setelah didiamkan selama 7-8 jam. Setelah itu, cikal bakal bata ringan akan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan serta dimasukkan dalam autoclave chamber beruap panas dan bertekanan tinggi untuk menyempurnakan strukturnya.
Apa Keunggulannya?
Berikut adalah beberapa keunggulan bata ringan dibandingkan jenis material bangunan lainnya:
- Ukuran bata yang lebih ringan akan membuat proses pengangkutan dan pemasangan lebih efisien serta ekonomis.
- Bata ringan memiliki permukaan rapi dan seragam, sehingga akan menghasilkan konstruksi dinding yang lebih dinamis tanpa perlu diplester.
- Bata ringan dapat memperkecil risiko terjadinya kebocoran atau rembesan air karena materialnya bersifat kedap air.
- Selain tidak mudah terbakar, bata ringan juga berperan sebagai insulator yang bisa menjaga suhu ruangan tetap normal meski cuaca di luar sedang panas.
- Campuran mineral dan bahan kimia dalam adonan bata ringan membuat material ini memiliki struktur lebih kuat, bahkan memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap guncangan seperti gempa bumi.
Demikian ulasan singkat tentang bata ringan, material pengganti batako yang dianggap lebih ekonomis dengan kualitas yang tak kalah unggul. Karena berbagai keunggulan yang dimilikinya, material ini pantas dijadikan alternatif untuk pembangunan rumah maupun gedung-gedung bertingkat.

