Memasang keramik granit (homogeneous tile) atau batu alam tentu menjadi investasi besar untuk meningkatkan estetika dan nilai kemewahan sebuah hunian. Namun, keindahan material premium ini sering kali tidak bertahan lama akibat kesalahan fatal yang sering dianggap sepele: menggunakan semen biasa (konvensional) sebagai bahan perekat.
Banyak orang berpikir bahwa semen hitam biasa sudah cukup kuat untuk menempelkan segala jenis material lantai. Padahal, karakteristik granit sangat berbeda dengan keramik tanah liat biasa.
Berikut adalah 5 alasan mengapa semen biasa tidak cukup untuk memasang granit porositas rendah, serta solusi perekat terbaik yang wajib Anda gunakan.
1. Karakteristik Granit yang Memiliki Porositas Sangat Rendah
Keramik konvensional memiliki pori-pori yang besar, sehingga semen biasa dapat dengan mudah meresap ke dalamnya untuk menciptakan ikatan mekanis setelah kering. Sebaliknya, granit modern (homogeneous tile) diproduksi dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi, membuatnya padat dan memiliki porositas (daya serap air) yang sangat rendah (di bawah 0,5%).
Semen biasa tidak mampu mencengkeram permukaan granit yang padat dan licin ini. Tanpa daya rekat kimiawi yang kuat, granit akan sangat mudah terlepas.
2. Risiko Tinggi Terjadinya 'Popping' (Lantai Terangkat dan Pecah)
Karena semen biasa hanya mengandalkan ikatan mekanis kasar, perubahan suhu di dalam ruangan akan menjadi musuh utama. Saat cuaca panas atau dingin, bangunan akan mengalami pemuaian dan penyusutan.
Jika perekat tidak memiliki fleksibilitas, tegangan di bawah lantai akan memaksa granit terlepas dari substratnya. Fenomena ini disebut popping, di mana lantai tiba-tiba terangkat, melengkung, dan pecah secara massal.
3. Masalah Lantai Kopong (Hollow Effect)
Semen biasa rentan mengalami penyusutan (shrinkage) yang tinggi saat proses pengeringan. Penyusutan ini menciptakan rongga udara atau area kosong di bawah permukaan granit.
Lantai yang kopong tidak hanya mengeluarkan bunyi yang mengganggu saat diinjak, tetapi juga sangat rapuh. Ketika area yang kopong tersebut menerima beban berat (seperti kaki lemari atau langkah kaki), granit akan sangat mudah retak atau pecah.
4. Daya Rekat yang Lemah untuk Granit Ukuran Besar (Big Slab)
Tren arsitektur saat ini sangat menggemari granit berukuran besar (misalnya 60x60 cm, 80x80 cm, bahkan lebih besar) untuk menciptakan kesan ruangan yang luas tanpa banyak sambungan nat.
Semakin besar ukuran dan berat sebuah granit, semakin besar pula daya rekat yang dibutuhkan. Semen biasa tidak dirancang untuk menahan beban berat lateral maupun vertikal (pada dinding), sehingga risiko granit merosot atau lepas menjadi sangat tinggi.
5. Semen Biasa Tidak Mengandung Bahan Aditif Pengikat
Semen instan atau mortar khusus dirancang dengan campuran pasir pilihan, semen berkualitas tinggi, dan yang paling penting: polimer aditif khusus. Bahan aktif polimer inilah yang menciptakan ikatan kimiawi (chemical bond) yang luar biasa kuat, fleksibel, dan tahan air. Semen konvensional sama sekali tidak memiliki kandungan aditif ini, sehingga performanya sangat terbatas untuk material modern.
Solusinya? Pakai ROXBOND MORTAR RX670
Untuk memastikan investasi granit dan batu alam Anda terpasang dengan sempurna, aman, dan bertahan seumur hidup, Anda membutuhkan mortar berkualitas tinggi dengan spesifikasi khusus. Jangan pertaruhkan keindahan hunian Anda dengan semen biasa. Solusi mutlak untuk perekat keramik granit dan batu alam dengan performa tinggi adalah ROXBOND MORTAR RX670.

