Autoclaved Aerated Concrete atau AAC merupakan satu dari dua jenis bata ringan yang saat ini banyak digunakan sebagai material utama dalam pembangunan rumah maupun gedung bertingkat. Namun, tahukah Anda? Sebelum diproduksi secara massal sebagai bahan bangunan, beton ringan aerasi AAC ternyata telah dikembangkan selama seabad lamanya.
Berikut adalah ulasan singkat tentang sejarah bata ringan AAC dari awal dikembangkan di beberapa negara barat hingga turut diproduksi pula di Indonesia.
Masa Awal Perkembangan
Membahas sejarah bata ringan AAC tak akan lengkap tanpa menyebutkan beberapa nama yang berperan dalam pengembangan awal bahan bangunan alternatif ini. Prosesnya melibatkan sejumlah peneliti, insinyur, dan ahli konstruksi dari berbagai negara yang dilakukan dalam kurun beberapa dekade.
Ide pembakaran dan penguapan material yang menjadi cikal bakal AAC awalnya dicetuskan oleh seorang peneliti berkebangsaan Jerman, Michaelis, pada tahun 1880. Sembilan tahun berselang, proses aerasi untuk membuat bata ringan dipatenkan di Ceko oleh Hoffman.
Sementara itu, penambahan beberapa senyawa kimia seperti bubuk aluminium pada adonan bata dikembangkan oleh Dyer dan Aylsworth dari Amerika pada tahun 1914. Seluruh proses serta pencampuran sejumlah bahan dasar tersebut kemudian disempurnakan oleh Axel Eriksson yang mematenkannya pada tahun 1923.
Masa Produksi Massal
Meski telah dikembangkan selama beberapa dekade sebelumnya, bata ringan mulai banyak dikenal setelah diproduksi secara massal dan komersial oleh Jozef Hebel di Jerman pada tahun 1943. Hingga saat ini pun, bata ringan AAC bermerek Hebel menjadi salah satu brand yang paling populer dan banyak digunakan di berbagai belahan dunia.
Perkembangan Bata Ringan di Indonesia
Di Indonesia sendiri, bata ringan mulai dikenal pada pertengahan dekade 90-an, tepatnya di tahun 1995. Material ini awalnya diproduksi sebagai alternatif pengganti bata merah dan beton yang dianggap lebih ekonomis, tetapi tak kalah kokoh dari jenis material lainnya.
Salah satu manufaktur awal yang menjadi pelopor produksi bata ringan di tanah air didirikan di Karawang, Jawa Barat. Meski produksi awalnya cenderung terbatas, bata ringan kini kian banyak digunakan di Indonesia karena ketahanan dan kualitasnya sudah terbukti dan tepercaya.
Demikian sekilas ulasan tentang sejarah bata ringan AAC. Material yang telah dikembangkan sejak awal abad ke-20 ini bisa dijadikan solusi alternatif nan berkualitas bagi Anda yang ingin membangun hunian dengan anggaran biaya lebih hemat dan pemasangan yang lebih cepat.

