Ada banyak jenis-jenis beton yang biasa digunakan dalam konstruksi bangunan, dan setiap jenis memiliki keunggulan dan kegunaannya masing-masing. Walaupun dari segi warna dan tampilannya seluruh beton terlihat sama, apalagi bagi orang awam, tetapi setiap jenis beton memiliki campuran dan ukuran yang berbeda-beda.
Apa Saja Jenis-Jenis Beton yang Biasa Digunakan pada Konstruksi Bangunan?
- Beton biasa
Beton biasa atau polos tidak akan memiliki tulangan di dalamnya. Campuran yang digunakan pada beton ini adalah semen, agregat kasar seperti pasir atau kerikil, dan air dengan ukuran 1:2:4. Berat dari jenis beton ini akan bervariasi karena adanya campuran celah kerikil sehingga total berat antara 2200 dan 2500 kg per meter kubus dengan kekuatan tekanan mencapai 200 sampai 500 kg per cm2. Beton jenis ini biasanya digunakan dalam konstruksi pavement dan bangunan seperti rumah, gedung, perumahan, dan lain sebagainya.

- Beton mortar
Beton yang dihasilkan dari adukan semen, pasir, dan air dalam proporsi tertentu dikenal dengan nama beton mortar. Akibatnya, beton semen adalah nama lain dari beton mortar. Pasir, semen, dan air merupakan komponen utama bahan baku yang digunakan untuk membuat beton mortar. Semen, kapur, dan lumpur adalah tiga bentuk mortar yang paling sering digunakan. Semen ferro adalah jenis mortar semen yang mencakup jaring penguat baja. Beton ini ulet dan memiliki kekuatan tarik yang kuat.
- Beton bertulang
Beton tulangan baja adalah jenis beton normal yang diberi tulangan agar dapat lebih menahan kekuatan tarik. Beton normal biasanya akan lemah dalam menahan kekuatan tarik, dan hanya baik dalam menahan tekanan. Oleh karena itu, untuk menanggulangi masalah tersebut, tulangan diberikan pada beton normal agar beton lebih kuat baik dalam menahan tarikan maupun tekanan.
Tulangan yang digunakan dalam jenis beton ini dapat berupa batangan rod, batangan bar, atau bahkan dalam bentuk besi jaring (mesh). Bahkan, sekarang sudah ada tulangan yang terbuat dari fiber. Namun, apa pun jenis tulangan yang digunakan dalam beton, yang paling penting adalah untuk memastikan ikatan yang tepat antara beton dan tulangan. Ikatan tersebut akan mengontrol faktor kekuatan dan durabilitas beton.

- Beton serat
Secara prinsip, beton serat dibuat dengan menambahkan serat-serat tertentu ke dalam adukan beton. Tujuannya apa? Yaitu untuk meningkatkan kualitas dari beton yang dihasilkannya. Contoh-contoh serat yang banyak digunakan di dalam pembuatan beton serat di antaranya yaitu asbestos, plastik, kawat baja, hingga serat alami dari tumbuh-tumbuhan. Serat ini sengaja ditambahkan dengan maksud untuk menaikkan daktailitas pada beton tersebut sehingga beton pun lebih kuat dan tidak mudah mengalami keretakan.

- Beton hampa
Beton hampa merupakan salah satu jenis beton yang sangat unik. Pada proses pembuatannya, biasanya air yang ada di dalam campuran beton akan disedot menggunakan vakum khusus dan hanya akan menyisakan campuran beton yang benar-benar sudah tercampur rata. Jadi, kekuatan dari beton hampa akan sangat kuat, dan merupakan salah satu jenis beton dengan kekuatan yang paling tinggi. Beton hampa biasanya digunakan pada konstruksi bangunan pencakar langit atau bangunan besar dan tinggi lainnya.

Dengan mengetahui berbagai jenis beton ini, para profesional Teknik Sipil dapat memilih beton yang sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi mereka. Memahami karakteristik masing-masing jenis beton adalah kunci untuk memastikan keberhasilan proyek konstruksi.

